Hutang & Riba Yang Membinasakan serta Cara Keluarnya

19 Maret 2019

Hutang & Riba Yang Membinasakan Serta Cara Keluarnya.

Kisah nyata ini datang dari Kota Garut Jawa Barat dimana muncul kasus seorang Ibu Lansia berusia 83 Tahun terkena gugatan oleh Anak Kandung nya sendiri, peristiwa yang memukul banyak pihak karena bagaimana tidak, seorang Ibu yang seharusnya di muliakan dan di utamakan, telah melahirkan dan mempertaruhkan nyawa malah menjadi korban soal urusan utang & riba, Kasus tersebut bermula ketika seorang Ibu bernama Siti Rokayah dan anaknya Asep Rohendi yang menjaminkan seritifikat rumahnya untuk dijadikan modal usaha rumah dodol.

Singkatnya pada tahun 2001 usaha dodol tersebut bangkrut yang menyebabkan Asep lalu meminjam uang kepada Yani ( aduk dan yang juga anak kandung ibu Siti Rokayah ) Sebesar Rp 40jt. Proses peminjaman uang antara kakak dan adik ini hanya disaksikan Ibu Siti ( Panggilan : Amih ) dan sertifikat rumah dijadikan jaminan. Belasan tahun kemudia kasus ini mencuat ke pengadilan karena Asep baru bisa melunasi hutangnya dan masih ada Rp 20 juta yang harus di lunasi.

Karena Yani & suaminya juga sedang diburu hutang lain, lantas mereka mendesak Asep agar segera melunasi hutang yang sudah belasan tahun tak di bayar tersebut. Namun Ingat ada jaminan berupa sertifikat rumah Amih, tanpa pikir panjang mereka langsung melayangkan gugatan kepada amih selaku pemilik sertifikat rumah, sungguh keterlaluan.

Sedikit Saran Alangkah bijaknya, penggugat ini mencabut gugatan kepada ibunya, minta ampun sama tuhan dan cium kaki ibu kandungnya.

Dan kalau memang mau menggugat, gugatlah kakak kandungnya saja (Asep), tapi alangkah bijak dan arifnya nominalnya tetap 40 juta. Karena dalam islam, hutang yang tadinya 40 juta jadi 1,8 milyar itu riba dan riba itu dosa. Apalagi para pihak ini perorangan dan bukan perbankan.

Hutang atau Al-Qardh mempunyai arti memotong atau dengan kata lain memberikan harta yang dimiliki kepada orang lain untuk digunakan dengan benar dan nantinya akan dikembalikan kepada orang memberikan harta tersebut. Dalam kehidupan saat ini hutang piutang sudah menjadi satu hal yang biasa bahkan dapat dikatakan telah menjadi life style seseorang ketika dirinya tidak mempunyai uang. Silahkan cek sendiri betapa mudahnya orang mengakses perusahaan dana pinjaman hanya berbekal KTP saja, atau bahkan betapa mudahnya ingin membeli gadget elektronik terbaru dengan bunga riba yang sangat tinggi namun tetap saja laku.

Alasan keinginan dan kebutuhan menjadi pemicu hampir sebagian orang berani untuk melakukan transaksi hutang piutang. Selain itu adanya perkembangan yang pesat dari berbagai program pinjaman yang ditawarkan oleh bank, koperasi peminjaman ataupun lembaga lainnya sehingga proses peminjaman hutang semakin mudah dilakukan.

Sungguh sangat ironi, meskipun hukum hutang piutang dalam islam diperbolehkan dan bukan suatu perbuatan dosa akan tetapi sebaiknya dihindari. Karena Nabi Muhammad SAW melakukan hutang piutang pada saat dirinya benar-benar berada pada kondisi darurat dan Nabi Muhammad SAW memberikan jaminan jika beliau tidak dapat membayar hutangnya. Oleh karena itu jika akan berhutang boleh saja dilakukan jika Anda sedang berada pada kondisi darurat bahkan dapat dikatakan jika Anda sedang berada pada kondisi hidup dan mati.

Selain itu jika seseorang muslim ingin melakukan transaksi hutang piutang maka perlulah mengetahui syarat dan adab berhutang menurut islam. Akan tetapi alangkah lebih baik jika transaksi hutang piutang dihindari. Berikut ini penjelasan mengenai 10 bahaya hutang dalam islam.

1. Jenazahnya tidak akan disholati oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat

Bahaya hutang yang pertama yaitu ketika orang yang mempunyai hutang meninggal dunia maka jenazahnya tidak akan disholati oleh tokoh-tokoh agama dan juga masyarakat. Dalam HR Al-Bukhaari No.2289 menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak mau menshalati jenazah orang yang mempunyai hutang kemudian belum membayarnya dan tidak mempunyai harta peninggalan sepeserpun.

Rasulullah SAW baru mengshalatkan jenazah orang tersebut ketika ada sahabatnya yang berkata baha dirinya siap menanggung semua hutang yang dimiliki jenazah tersebut. Oleh sebab itu janganlah Anda membiasakan untuk melakukan transaksi hutang piutang kecuali memang berada pada suatu keadaan yang sangat darurat.

2. Dosa selama hidup tidak akan diampuni hingga semua masalah hutang piutang selesai

Bahaya hutang yang kedua yaitu dosa-dosa selama hidup tidak dapat diampuni keculi hingga orang tersebut menyelesaikan semua persoalan hutang piutangnya. Dalam HR Muslim No.4880/1885 seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana ketika ada seseorang terbunuh di jalan Allah (mati syahid) apakah dosanya akan terampuni, lalu Rasulullah SAW menjawab dosanya akan terampuni apabila sabar kemudian maju dan tidak melarikan diri ketika berperang dan tidak akan terampuni apabila seseorang tersebut sedang mempunyai hutang.

Hadits tersebut menjelaskan seseorang yang mempunyai amal ibadah baikpun tidak dapat diampuni dosanya ketika orang tersebut meninggal dalam keadaan mempunyai hutang kecuali semua persoalan hutangnya telah diselesaikan.

3. Ditahan untuk masuk surga meskipun semasa hidup mempunyai banyak amalan

Menurut Tsauban, Rasulullah SAW bersabda : ” Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan terbebas dari tiga hal yaitu sombong, ghuluul dan terbebas dari hutang niscaya dia akan masuk surga.” (HR At-Tirmidzi no. 1572, Ibnu Majah no. 2412 dan yang lainnya). Sudah sangat jelas bahwa melakukan transaksi hutang piutang sangatlah berbahaya oleh karena itu janganlah membiasakan diri untuk melakukan hutang piutang.

4. Membahayakan akhlaq (dapat menimbulkan berberbagai tingkah laku yang buruk)

Seseorang yang melakukan transaksi hutang piutang dapat memicu munculnya perilaku buruk hal tersebut mulai dari sifat berbohong, ingkar janji, dan hal buruk lainnya. Rasulullah SAW bersabda ” sesungguhnya apabila seseorang berhutang, maka orang tersebut lantas akan berbohong dan akan mengingkari janji”. (HR. Al-Bukhari).

 Beberapa orang yang mempunyai hutang cenderung tidak dapat menepati janjinya untuk membayar hutang sehingga muncullah sifat berbohong dan ingkar janji. Munculnya sifat berbohong dan ingkar janji akan sangat membahayakan akhlaq.

5. Mendekatkan diri menuju kekufuran

Bahaya hutang dalam islam yang kelima yaitu akan mendekatkan diri menuju kekufuran. Menurut riwayat Nasa’i dan Hakim Rasulullah SAW menyamakan perihal hutang piutang dengan kekufuran, Naudzubillah min dalik. Agar terhindari dari kufur dalam Islam hindari diri dari perilaku meminjam atau menghutang baik itu pada tetangga, pinjaman koperasi ataupun meminjam kepada bank.

6. Menjadi pemicu sifat tidak jujur

Pada saat seseorang mendapatkan pinjaman uang tentunya akan merasa sangat bahagia karena berbagai persoalan yang ia hadapi dapat teratasi dengan apa yang telah ia pinjam, akan tetapi pada saat akan membayar hutang tersebut mungkin saja tidak berlangsung dengan lancar. Tidak setiap waktu dapat membayar hutang dengan lancar, ada beberapa orang yang mengalami hambatan ketika akan membayar hutang sehingga muncullah sebuah masalah.

Karena takut dengan orang yang menagih kemungkinan orang untuk tidak jujur sangatlah besar, berbagai alasan dibuat agar dirinya mendapatkan waktu yang diperpanjang untuk membayar hutangnya. Hal tersebutlah yang memicu timbulnya sifat tidak jujur, perlu diketahui bahaya berbohong dan hukumnya dalam islam.

7. Dapat menimbulkan stress

Bahaya hutang yang ketujuh yaitu timbulnya stres. Stres dapat terjadi ketika seseorang mengalami tekanan yang berat dalam hidupnya, dalam persoalan hutang piutang biasanya stres terjadi ketika dirinya tidak dapat membayar hutang. Bahkan ketika akan jatuh tempo setiap malam susah untuk tidur memikirkan bagaimana cara membayar hutang, dsb sehingga timbulan stres.

Untuk itu jika Anda mempunyai hutang dan kesulitan dalam membayarnya berserahlah kepada Allah SWT dan lakukan usaha yang terbaik agar semua dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari stres. Karena tak sedikit pula orang meninggal bunuh diri ataupun melakukan hal buruk lainnya dikarenakan stres mempunyai hutang yang besar.

8. Pahala kebaikan selama hidupnya akan dijadikan untuk menebus hutangnya di hari kiamat

Rasulullah SAW bersabda ” barang siapa yang meninggal dengan keadaan masih mempunyai hutang wlaupun hanya satu dinar ataupun satu dirham, maka kebaikan (di hari kiamat) yang akan melunasinya karena di akhirat tidak akan ada lagi dinar ataupun dirham”. (HR. Ibnu Majah). Sudah sangat jelas ketika orang meninggal dalam keadaan mempunyai hutang maka kelak di hari kiamat amal baik (pahala) lah yang akan melunasi semua hutangnya yang ada didunia). 

9. Menyebabkan tumbuh sifat munafik

Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang ciri-ciri orang munafik ketika mempunyai 4 sifat atau salah satu dari 4 sifat tersebut pada dirinya diantaranya yaitu jika dia percaya maka berkhianat, jika berjanji dia mengingkari, jika berbicara dia berbohong dan jika berdebat maka dia akan curang. Orang yang mempunyai hutang pada saat belum mempunyai uang untuk membayarnya kemungkinan untuk berbohong akan sangat besar sehingga ketika orang tersebut berbohong maka dapat dikatakan orang yang munafik.

10. Urusannya akan menggantung

Bahaya hutang dalam islam yang terakhir yaitu urusannya akan menggantung. Nabi Muhammad SAW bersabda ” Jiwa seorang mukmin akan bergantung dengan hutang yang ia miliki hingga ia melunasi semua hutangnya” (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu agar semua urusan dalam kehidupan tidak menggantung hendaklah menyelesaikan semua persoalan hutang piutang yang dimiliki.

Hukum hutang dalam Islam memang diperbolehkan akan tetapi alangkah lebih baiknya untuk menghindarinya. Agar terhindar dari berbagai bahaya yang telah disebutkan diatas maka hindari lah untuk berhutang. Berserahlah kepada Allah dan tetap berusaha sekuat tenaga agar dimudahkan rezeki dan segala urusan di dunia menjadi lancar. 

Jadi mending mumpung ada waktu sebaiknya kita sekalian sesegera mungkin menyelesaikan masalah hutang dan turunan nya. Penuturan Rochiman, seorang entrepreneur asal klaten yang awalnya memiliki usaha yang super pesat tak ayal setiap bulan dari rintisan usahanya Rochiman bisa mengantongi dana bersih kurang lebih 23 Juta rupiah setiap bulannya, saking pesatnya tanpa berfikir panjang Rochiman akhirnya berinisiatif meminjam sejumlah dana dari Bank konvensional juga syariah, benar saja sontak usahanya makin maju dan berkembang yang semula hanya bisa bawa pulang 23 Juta Rupiah per bulan, setelah di injeksi dana pinjaman Bank Temus di angka 70 – 85 Juta Rupiah Setiap bulannya. Namun tanpa terasa performa bisnis nya kian turun anjlok sampai genap di bulan ke 12 setelah meminjam uang ke bank, usaha nya tandas tak bersisa malah menyisakan hutang ratusan juta rupiah. Mungkin Rochiman lupa bahwa berurusan dengan riba artinya sama saja berperang dengan Allah swt.

Lain halnya dengan Didit, seorang karyawan swasta kekinian yang memiliki kebutuhan lifestyle jaman now, betapa tidak kartu kredit mulai dari limit 3 juta hingga 20 juta ada di dompet, merasa performa sedang di atas angin, didit memberanikan diri untuk mulai mengkredit Gadget2 mahal, kendaraan roda dua bahkan roda empat, Didit berujar “Saat itu saya merasa mampu membayar cicilan dengan gaji saya di Jakarta, namun jalan hampir 2 tahun, akhirnya saya ada di satu titik tidak berkemampuan sedikitpun membayar cicilan tagihan, harta keluarga habis bahkan perhiasan istri pun ikut saya jual untuk menutupi hutang yang berbunga sangat tinggi”.

Di sebuah seminar yang cukup terkenal, PPA – Pola pertolongan Allah, kami bahkan menemui banyak sekali peserta seminar yang bermasalah dengan uang, hampir mirip yang jelas berkaitan dengan Hutang & Riba. Lalu apa dan bagaimana solusinya? Rochiman menambahkan “ Kalau saya tidak ketemu buku karangan nya Mas Saptuari – kembali ke titik nol, mungkin saya hingga saat ini masih bergelimang dosa dan stress..Alhamdulillah diberi petunjuk melalui Buku Nya Mas Saptuari”. 

Senada dengan Rochiman, Didit menyatakan bahwa TAUBAT sudah yang paling cocok, ikhtiarnya Gunakan Rumus Mas Ippho Santosa “7 Keajaiban Rezeki” Juga Buku Millenial “ Cara Cepat Lunasi Hutang dengan Facebook” Karangan Yusuf Khan. “ Saya sarankan bagi yang bermasalah dengan riba juga hutang terus pengen cepat kelar urusan nya segera amalkan ilmu di kedua buku tersebut “.

“Benar-benar Gelap, sudah gak tahu harus bagaimana” sampai akhirnya berbekal panduan buku Cara Cepat Lunasi Hutang dengan Facebook karya Yusuf Khan, dalam 6 bulan didit bisa terbebas dari masalah jeratan hutang, dalam ungkapan rasa syukur nya didit berujar “ Rasanya lega bangeeut setelah usaha berbulan bulan bisa terbebas dari lilitan hutang dan riba, bagi yang ingin segera terbebas dari hutang dan riba saya saranin beli buku nya Ippho Santosa yang 7 Keajaiban Rezeki sama buku CCLHDF – Cara Cepat Lunasi Hutang Dengan Facebook karya Yusuf Khan”.

Senada dengan Rochiman dan Didit, Irma 26 tahun asal Bandung, seorang womenpreneur era millenial juga ikut berkomentar terkait urusan Hutang dan Riba, “ Riba itu asli beneran bikin sengsara, gak kerasa bisa rugi puluhan kali lipat aja pokoknya, Alhamdulillah yang penting banyakin ibadah jauhin Riba, bener banget yang mas saptuari bilang di buku kembali ke titik nol tu ibarat memulai seuatu dengan baik dan benar, jangan karena ada unsur

Riba nya meskipun Cuma 1000 rupiah tu ibarat nelen pil bunuh diri” ujar Irma.